WRITER NOTES
blah-blah.
PROFILE
Character Name | Shim Ni-Na (심니나) |
Nickname | Nina |
Face Claim | Kang Hye-Won |
City, Date of Birth | Suwon, March 1, 2002 |
Blood Type | AB+ |
Gender | Female |
Nationality | Korean |
Occupation | College Student (Sophomore) |
Major | Interior Design |
Character Song | Hatsune Miku - Heat Haze Days |


PERSONALITY
Didikan kedua orang tua, juga lingkungan menjadi faktor paling kuat dalam pembentukan karakter seseorang. Nina bahkan sempat dijuluki “Bunga dalam Tabung Kaca” di masa sekolah, lantaran orang-orang menganggap dirinya terlalu sulit untuk diraih. Kepribadian nan tampak kaku serta gaya bicara terlalu formal juga menjadi salah satunya. Padahal bukan keinginannya untuk bersikap kaku seperti itu. Ini adalah kebiasaan. Sebuah kebiasaan tak mudah untuk diubah begitu saja, benar?
Menjaga tata krama di mana saja, dan dalam kondisi apapun.
Kontrol nada bicara ketika tengah berbincang dengan orang lain.
Tidak boleh bepergian seorang diri tanpa pengawasan, sampai berusia legal.
Nina selalu berusaha untuk menetralkan ekspresi dalam keadaan apapun. Kepalanya seakan menolak untuk dirinya menonjolkan mimik berlebihan; termasuk tertawa nyaring, menangis kencang, bahkan meledakkan amarah. Bagi Nina, cukup dia yang mengetahui apa yang ada di dalam kepalanya.
Tumbuh dalam sangkar Shim pun turut membentuk kebiasaan lain. Belenggu yang mengungkung dalam bentuk peraturan sejak usia belia membuat Nina tak mampu menolak permintaan yang seseorang tujukan padanya, terutama kepada keluarga besar. Selalu ada rasa bersalah yang tertinggal apabila dia tak dapat menghasilkan apa yang orang lain ekspektasikan. Banyak hal pula yang tak ingin dilakukan. Namun, akhirnya tetap saja dia terima dengan harapan semoga tidak mengecewakan.
Tidak. Dia tidak menyalahkan kedua orang tuanya. Mereka telah berupaya menghujani Nina dengan segala bentuk kasih sayang, meski terkesan begitu posesif dan serba khawatir. Wajar saja, lantaran puan adalah satu-satunya buah hati mereka. Maka dari itu, dia amat menyayangi keduanya.
Tak pandai bersosialisasi membuat puan akhirnya mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dia merasa tidak perlu terlalu bergantung pada orang. Meski begitu, Nina sesekali berpikir bagaimana rasanya dimanjakan oleh seseorang? Dekat seperti sahabat karib yang akan merasa begitu kehilangan kala berjumpa perpisahan? Dia kerap kali merasa bahwa dirinya terlalu aneh untuk mengekspresikan semua itu dengan bebas.
***
Shim Nina adalah salah satu dari lima orang temanmu yang tidak akan memberikan reaksi banyak kala kau melemparkan binatang menjijikan ke tengah perkumpulan. Dia adalah seonggok salju di musim semi. Paling dingin, di antara hangatnya hari.
Namun, salju pun lama-kelamaan dapat mencair akibat pergantian cuaca, ‘kan?
BACKGROUND STORY
TW // accident, blood, trauma, dissociative amnesia
Biar aku ceritakan kisah tentang seorang anak perempuan yang selalu terlihat kesepian di tengah keramaian.
Puan, sejak usia belianya, sudah diselimuti privilese. Paras nan elok serupa sang ibunda ketika masih muda, keluarga bahagia yang didamba banyak orang, harta benda yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Privilese itu yang jua membentuk rasa tak nyaman dalam dirinya.
Namanya Shim Nina.
Dia tidak suka menjadi pusat perhatian orang-orang, lantaran isi pikiran semua orang tidak dapat ditebak. Ada yang memang menerima privilese Nina sebagai hal baik, ada pula yang memandang itu sebagai hal buruk.
Dan di sanalah, dia bertemu dengan seorang gadis sebaya. Teman terbaik yang dia miliki saat duduk di bangku Sekolah Dasar. Satu-satunya orang yang melindungi Nina dari target kejahilan anak laki-laki. Yang selalu ada untuknya, ketika gadis-gadis lain mengecapnya sebagai tukang cari perhatian.
Gadis itu bagaikan seorang superhero dalam memori masa kecil Shim Nina.
Sampai di musim panas pada tahun terakhir Sekolah Dasar. Tanggal 14 Agustus, waktu sang baskara tengah berada di posisi tegak lurus dengan kota Suwon. Kebetulan, hari itu tak banyak kumpulan gegana yang menggantung di bumantara. Panorama bagai sesuatu yang hanya dapat disaksikan melalui mesin pencarian jaringan komunikasi elektronik. Sangat indah dan memabukkan.
Sang superhero, duduk di atas ayunan sembari mengelus kucing hitam di pangkuan. Menggumam pelan, tapi masih tertangkap indra pendengaran.
“Kau tahu, sebenarnya aku sedikit membenci musim panas.”
Nina, di lain sisi, tertegun dengan topik yang tiba-tiba diangkat setelah ketenangan melingkupi keduanya. Kemudian, dia bangkit ketika kucing tadi lepas dari pangkuan dan berlari keluar dari area taman. Tanpa aba-aba.
… Semuanya bergerak terlalu cepat. Seperti putaran video pada kaset yang rusak. Tidak dapat dikendalikan. Dalam zona pandang putri tunggal Shim, sebuah monster bermesin bergerak cepat menghantam sosok ringkih yang tengah mengejar makhluk kesayangan. Dalam zona pandangnya, sosok ringkih nang familiar itu terhempas ke udara, sebelum mencium panasnya aspal jalan dengan cairan kental berwarna merah yang mengerikan.
Sosok ringkih itu, superhero-nya.
Nina tidak tahu bahwa akan ada hari dimana dia memutuskan untuk membenci musim panas juga.
Membenci tanpa tahu penyebabnya.
***
Hidup putri tunggal Shim terkungkung dalam sangkar dengan berbagai jenis aturan yang dibentuk oleh kedua orang tua. Mereka meminta Nina ‘tuk penuhi semuanya dan tak membangkang hingga usianya sudah cukup dewasa. Layaknya sebuah batu permata langka bernilai tinggi, dia tidak dibiarkan untuk tergores barang seincipun.
Shim Nina tidak pernah mengatakan secara gamblang bahwa dirinya lelah dengan segala hal yang disodorkan oleh keluarganya. Lamun, dalam beberapa kesempatan, perempuan itu akan duduk di sisi jendela dan memanjatkan doa kepada langit. Berdoa agar kedua orang tuanya sedikit melonggarkan tali kungkungan di pergelangan kakinya.
Dia ingin bebas, tapi tak ada yang mau melepaskan dengan dalih tidak ingin dirinya terluka. Seolah Nina akan terluka apabila terlepas dari pengawasan mereka.
Sebenarnya, semua ini tidak berlangsung sejak awal. Seingat Nina, orang tuanya dahulu tidak terlalu berlebihan seperti ini. Gadis itu yakin ada sesuatu yang memicu perubahan sikap mereka. Namun, dia sama sekali tidak memiliki sedikitpun petunjuk tentang hal itu.
Apakah ada sesuatu yang dia lupakan?
Dia berharap, sesuatu itu bukanlah hal besar yang berusaha mereka tutupi darinya.
Di usianya yang ke-19 tahun (umur Korea), akhirnya Shim Nina mendapatkan kebebasan untuk tinggal di asrama selama menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi pilihannya. Hal ini tentu tidak mudah dia dapatkan. Nina perlu menentang orang tuanya, yang merupakan sebuah kejadian langka, hingga mereka setuju.
Nina yakin, sampai dirinya membawa barang-barang menuju asrama pun ibu dan ayahnya masih tidak rela. Namun bila terus menerus berlindung di balik punggung mereka, kapan dirinya dapat mengenal dunia luar dengan benar? Kapan dirinya dapat belajar menyelesaikan sebuah masalah sendiri? Hanya mempelajari lewat buku fiksi yang dia miliki tidaklah cukup.
Shim Nina merasa sangat excited akan kehidupan barunya di asrama, tanpa tahu apa yang tengah menunggunya di ujung sana.
TRIVIA
Mengalami amnesia disosiatif akibat kecelakaan yang dialami sahabatnya saat masih menduduki bangku Sekolah Dasar. |
Dijuluki Bunga dalam Tabung Kaca sejak SMP. |
Mual ketika melihat sesuatu yang berhubungan dengan darah (karena terluka) dan kecelakaan. Hal ini berlaku ketika Nina melihatnya langsung. Apabila melihat dalam bentuk gambar/video, Nina hanya akan merasa tidak nyaman. |
Mengidap gangguan kecemasan yang sudah 2 tahun tidak muncul. |
Setiap memasuki waktu musim panas, kekebalan tubuh Nina acapkali menurun yang menyebabkannya selalu terkena demam tinggi. Oleh sebab itu, dia membenci musim panas. |
Menyukai kucing, tapi selalu merasa waspada tiap melihat kucing berbulu hitam pekat. |
Nina tidak begitu suka membaca buku selain fiksi romance. Koleksi buku-bukunya di rumah berasal dari kedua orang tua. Namun, Nina sering kali terlihat menenteng buku kemanapun dia pergi hanya untuk menyembunyikan kecanggungan ketika berada di tengah keramaian. |
Diam-diam sering berkhayal tentang kehidupan bahagia di masa depan dengan seorang pangeran berkuda putih dari negeri dongeng. |
Menyukai makanan manis, terutama olahan stroberi. Tidak tahan dengan makanan pedas. |
Menyukai warna pink dan sesuatu yang menggemaskan. Nina sering terlihat menggunakan pakaian yang menonjolkan sisi femininnya. |
Berbicara formal dan terkesan kaku, bahkan kepada yang lebih muda sekalipun. Dia juga seorang convo killer. |
Tidak nyaman dengan kontak fisik berlebihan dan tidak suka jadi pusat perhatian. |
Dapat bermain gitar dan piano. |
❤ ❤ ❤